Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Astronotika

entah apa judulnya

Terbang ke kedalaman. Curi-curi waktu dari pikiranku yang sok sibuk. Pagi menuju siang, hari ini, sebuah kabar menyentil pendalamanku: “ada T50 jatoh di jogja gans” Kalimat pendek itu disusul dengan tautan-tautan kilas berita. Jemari-jemari gemas yang lain turut meramaikan suasana. Tidak kurang dari lima kelompok media maya sosial jadi gaduh dengan kabar ini. …………………. Sekali lagi, di atas tanah dan air tempatku dilahirkan. Kali ini tentang burung besi yang melesat lebih cepat daripada gemuruhnya: supersonik—hal yang kutekuni beberapa ratus ribu detik terakhir. Supersonik! Hal yang mampu menghabisi nyawa maupun membikin nyawa, ceria, dan cerita yang dikenang berpuluh tahun justru dengan kesekejapannya. Pikiranku melayang menembus awan-awan, (dimana supersonik adalah salah satu kuncinya) kepada orbit-orbit Bumi, kepada bulan, kepada Mars, kepada Tata Surya, kepada bintang-bintang, dan kepada jagat semesta, dimana kekasihku belum had...

Sekali-kali Biarkan Gambar yang Bicara Banyak

Sebulan lebih tak menyentuh halaman ini. Kali ini saya mau cerita tentang pengalaman dan pikiran sehari-hari semenjak terakhir layar laptop saya menampilkan halaman ini--sambil bereksperimen. Kata orang, gambar bicara lebih banyak dari kata-kata. Sedikit cuplikan sudut-sudut sehari-hari dari lensa kamera ponsel kameramen amatir. "Bulan Kesepuluh" 2013 Awal Desember, di depan kost. Kelas Terakhir Si Mbah Sebuah survey mengenai hubungan antara masyarakat, partai politik, dan DPR. Kencan Orang hilang. Di bawah Jembatan Pasupati. Orang hilang. Di bawah Jembatan Pasupati. Indonesia, kapan? Sebuah artikel Kompas. Sebuah artikel Kompas Kajian akhir tahun. Antara Kebun Binatang (kiri) dengan Kebun Binatang (kanan ) Jalan Tamansari. Laboratorium Pribadi Sebuah iklan di koran Kompas. yang dipakai PDB, bukan PNB. Anak SMA "Bulan Kesebelas" 2014 Sebuah artikel Angkasa. Sebuah artikel Angkasa. ...

Hakteknas dan HUT-RI ke-68: Sebuah Evaluasi Kemajuan Teknologi (Penerbangan dan Keantariksaan) Nasional[1]

Gambar 1. N-250 (kanan) dan CN-235 (kiri) Bukan kebetulan bahwa Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) dirayakan tepat seminggu sebelum HUT RI. Hakteknas memperingati hari penerbangan perdana pesawat N-250: sebuah kado dari putra-putri negeri ini untuk negerinya yang berulang tahun emas. 10 Agustus 1995, untuk pertama kalinya langit dunia digetarkan sebuah  pesawat  terbang turboprop yang sudah menggunakan teknologi  fly-by-wire [2] . Seperti sebuah paradoks, justru di tempat yang masih diisi oleh tukang becak, gelandangan, dan  ditempeli label "negara berkembang", Dunia melihat sebuah lompatan teknologi yang berani. Delapan belas tahun kemudian, sudah sejauh apa kemajuan teknologi nasional kita? Namun sebelum kita berbicara tentang sejauh apa kemajuan teknologi nasional, mari kita berbicara dahulu tentang "bagaimana cara mengukurnya?" Indikator Keberhasilan Perjuangan  Teknologi Nasional Teknologi seyogyanya adalah alat bagi ...