Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label buku

Resensi ++: How to Create a Mind

The Brain--is wider than the Sky-- For--put them side by side-- The one the other will contain With ease--and You--beside-- The Brain is deeper than the sea-- For--hold them--Blue to Blue-- The one the other will absorb-- As Sponges--Buckets--do-- The Brain is just the weight of God-- For--Heft them--Pound for Pound-- And they will differ--if they do-- As Syllable from Sound --Emily Dickinson "Kalau lu punya kekuatan super, lu mau punya kekuatan apa?" "Baca dan mengendalikan pikiran" --sebuah percakapan di kedai kopi saat saya masih mahasiswa calon sarjana Otak dan pikiran merupakan dua dari beberapa hal yang sering membuat saya terpesona, meskipun tidak banyak buku yang sudah saya baca mengenai pikiran. Seingat saya, hanya tiga buku mengenai pikiran dan otak yang benar-benar saya baca sampai tuntas: Pertama mengenai cara berpikir kreatif dari sebuah buku lusuh di perpustakaan sekolah waktu SMA. Meski saya tidak terlalu su...

Filsafat Negara Kita

Sedikit cuplikan bagian sebuah buku yang menurut saya masih sangat relevan untuk diingat bangsa kita untuk kapan pun, terutama di saat seluruh anak bangsa sedang gandrung menentukan apa yang bijak untuk bangsanya. Sebelum berbicara mengenai "akan" seperti apa negara ini seharusnya lima tahun atau bahkan lima puluh tahun ke depan, tak ada salahnya melirik apa yang "telah" dibicarakan Bapak Bangsa kita lima puluh tahun lalu. Untuk yang sedang gandrung bicara soal Indonesia: dari yang muda sampai yang tua, dari kampus gajah sampai penjuru nusantara. FILSAFAT NEGARA KITA Demikianlah tumbuh berangsur-angsur dalam pangkuan pergerakan kebangsaan dan kemerdekaan dahulu tjita-tjita demokrasi sosial jang mendjadi dasar bagi pembentukan Negara Republik Indonesia jang merdeka, bersatu, adil dan makmur. Tjita-tjita itu dituangkan didalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. Sungguhpun tjukup diketahui isinja, ada baiknja dimuat djuga disini isinja jang lengkap menjegar...

Resensi ++: Problem Solving 101 (bagaimana menjadi pemecah masalah)

Pagi ini saya sekedar ingin mengisi waktu kosong sebelum kuliah, bereksperimen dengan tulisan resensi (mungkin banyak yang sudah membuat resensi buku ini, namun buat saya: peduli setan lah) Dalam kehidupan berkuliah dan berorganisasi, sering saya temui masalah-masalah yang kelihatannya rumit, tidak bisa diselesaikan, dan banyak orang yang akhirnya hanya menghabiskan waktu hanya untuk khawatir dan mengeluhkan masalah tersebut. Nah, saat saya menemukan situasi seperti itu, saya teringat kepada satu buku yang sederhana tapi berguna. Buku Problem Solving 101 ini saya beli dengan harga +- 50 ribuan (kalo tidak salah, harganya 45 ribu). Awalnya saya rasa itu adalah harga yang terlalu mahal untuk buku yang setipis itu (hanya 115 lembar, ukurannya pun tidak jauh jauh dari selembar kertas A5), namun segalanya berubah setelah saya membuka halaman pertamanya. Dari beberapa lembar halaman awal, saya mengetahui bahwa Ken Watanabe menulis buku ini pada mulanya ditujukan untuk membantu kanak-kanak di...