Terbang ke kedalaman. Curi-curi waktu dari pikiranku yang sok sibuk. Pagi menuju siang, hari ini, sebuah kabar menyentil pendalamanku: “ada T50 jatoh di jogja gans” Kalimat pendek itu disusul dengan tautan-tautan kilas berita. Jemari-jemari gemas yang lain turut meramaikan suasana. Tidak kurang dari lima kelompok media maya sosial jadi gaduh dengan kabar ini. …………………. Sekali lagi, di atas tanah dan air tempatku dilahirkan. Kali ini tentang burung besi yang melesat lebih cepat daripada gemuruhnya: supersonik—hal yang kutekuni beberapa ratus ribu detik terakhir. Supersonik! Hal yang mampu menghabisi nyawa maupun membikin nyawa, ceria, dan cerita yang dikenang berpuluh tahun justru dengan kesekejapannya. Pikiranku melayang menembus awan-awan, (dimana supersonik adalah salah satu kuncinya) kepada orbit-orbit Bumi, kepada bulan, kepada Mars, kepada Tata Surya, kepada bintang-bintang, dan kepada jagat semesta, dimana kekasihku belum had...
Ruang-ruang belajar mendalang. Kata-kata jadi Wayangnya, Pikiran jadi Ceritanya, Sang Bayang jadi Dalangnya.