Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Gedung Tengah Pengadilan Tenggelam

Terompet Naga Merah

Jam tangan hitam saya menunjukkan pukul 17 lewat beberapa menit. Sepatu dinas harian hitam menemani langkah pertama saya menggelandang Bandung di malam terakhir tahun 2011. Walau baru kali ini saya menghabiskan malam akhir tahun dengan menggelandang, intuisi saya mengatakan seperti tahun-tahun sebelumnya, banyak sekali penjual terompet yang saya akan temui sepanjang jalan.  Sepertinya makin tua, saya makin mirip anak bayi. Saya melihat dunia seakan belum pernah saya lihat, semua seakan hal yang samasekali baru. Tidak ada yang wajar-wajar saja, ataupun "ya, memang biasanya udah gitu", atau "ya, emang tradisinya begitu". Biar tiap tahun yang namanya penjual terompet itu identik denan masa pergantian tahun, saya tidak lumrah menganggapnya sebagai suatu hal yang biasa.    "Kenapa mereka selalu ada di masa pergantian tahun?" "mungkin karena orang-orang biasanya merayakan tahun baru dengan meniup terompet." "Kenapa Tahun baru dirayakan denga...

Gelitik Kata Canggihmu: Logika

Saya teringat jaman-jaman masa orientasi Keluarga Mahasiswa ITB 1 tahun terakhir ini: demam penggunaan kata-kata canggih macam logika, dialektika, retorika, dan lalalanya sepertinya mewarnai dinding-dinding kampus. Sampai saat ini pun, saya masih sering canggung dan terharu jika disapa menggunakan kata-kata canggih macam diatas tadi dalam diskusi-diskusi "cerdas". Dari sekian kata canggih diatas, hari ini saya hanya ingin sedikit mengupas satu: Logika Apa itu logika? Yah, kita mulai dengan selentingan-selentingan penggunaan kata ini di berbagai tutur kata yang acak saya temui hari ini (maafkan cara saya mengutip yang suka-suka saya): "Cinta ini kadang kadang tak ada logika" -Agnes Monica "Saya pernah terpaksa membayari mobil yang di depan saya karena dia tak pakai e-toll card, jadi biar cepat. Logika yang harus kita pakai adalah, pertama orang mau bayar kok sulit. Lalu kedua masuk jalan tol mau cepat kok malah jadi lama," tutur mantan Dirut PLN itu. ...

Gelitik Kata Canggihmu: Analisis

Di tengah siang bolong, saya tergelitik untuk melakukan riset kecil terhadap satu kata yang sering saya pakai dan sering juga tidak saya sadari apa artinya. Mungkin diantara pembaca ada yang sering menggunakan kata " analisis " sebagai bahasa pergaulan sehari-hari. Pernahkah pembaca tergelitik untuk bertanya: "Analisis itu artinya apa sih?" glek? . . Hmm, analisis itu adalah berpikir... eh, bukan. analisis itu ini loh, eee . . Dor! . Nah, saya sekedar ingin mencoba menjawab (bukan bermaksud menggurui), menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Edisi III (2001), analisis berarti penyelidikan thd suatu peristiwa (karangan, perbuatan, dsb) untuk mengetahui keadaan yg sebenarnya (sebab-musabab, duduk perkaranya, dsb); penguraian suatu pokok atas berbagai bagiannya dan penelaahan bagian itu sendiri serta hubungan antarbagian untuk memperoleh pengertian yg tepat dan pemahaman arti keseluruhan; penyelidikan kimia dng menguraikan sesua...