Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Dewasa

Desember senjang

Puji sanjung dan persahabatan mengisi hari-hariku dan lamunanku kemarin. Makan bersama, kue ulang tahun, ucapan selamat berbahagia. Puji syukur dan terimakasih. Aku senang boleh diberi kesenangan, namun sekaligus menjadi gelisah: berapa banyak yang sekarang masih mengerang? Kemapanan, kenyamanan, dan keamanan semu ini kurasa rawan membuatku semakin senjang dengan garis-garis juang. Adakah dua puluh empat tahun hadirku benar-benar menghadirkan diriNya? Siang ini aku istirahat dari kesunyian dan kenyamananku. Berlari sejenak dari permenunganku untuk mempertanyakan arti. Membuat kebisingan-kebisingan yang—kurasa—dibutuhkan. Akankah Natal kali ini hanya sandiwara belaka?

Jangan Mau Jadi Tua Sebelum Sempat Menjadi Muda

Menjadi dewasa bukan berarti harus berhenti bertanya, kehilangan kemauan belajar dari hal yang mendasar. Orang dewasa tahu apa yang tidak ia ketahui. Menjadi dewasa bukan berarti harus berhenti untuk mencoba lagi karena sudah pernah gagal berkali-kali Setiap kegagalan adalah keberhasilan menemukan cara tepat untuk menggagalkan sesuatu Menjadi dewasa bukan berarti harus kehilangan keberanian untuk salah bicara saat bicara soal kebenaran. Ujilah kebenaran itu, karena dirimu tidak selalu benar karena kebenaran tidak memihak. Menjadi dewasa bukan berarti harus semakin banyak diam dan hanya mengamati. menganggap diri terlalu tua untuk ini dan itu Ujilah dirimu, buktikanlah apa benar kau terlalu tua untuk ini dan itu Menjadi dewasa bukan berarti harus terus-terusan menyesali diri karena telah menempuh jalur yang dianggap salah. Semua masa lalumu adalah kesuksesan belajar untuk menjadi sukses dan gagal Menjadi dewasa bukan kehilangan kesempatan be...