Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label organisasi

Sekali-kali Biarkan Gambar yang Bicara Banyak

Sebulan lebih tak menyentuh halaman ini. Kali ini saya mau cerita tentang pengalaman dan pikiran sehari-hari semenjak terakhir layar laptop saya menampilkan halaman ini--sambil bereksperimen. Kata orang, gambar bicara lebih banyak dari kata-kata. Sedikit cuplikan sudut-sudut sehari-hari dari lensa kamera ponsel kameramen amatir. "Bulan Kesepuluh" 2013 Awal Desember, di depan kost. Kelas Terakhir Si Mbah Sebuah survey mengenai hubungan antara masyarakat, partai politik, dan DPR. Kencan Orang hilang. Di bawah Jembatan Pasupati. Orang hilang. Di bawah Jembatan Pasupati. Indonesia, kapan? Sebuah artikel Kompas. Sebuah artikel Kompas Kajian akhir tahun. Antara Kebun Binatang (kiri) dengan Kebun Binatang (kanan ) Jalan Tamansari. Laboratorium Pribadi Sebuah iklan di koran Kompas. yang dipakai PDB, bukan PNB. Anak SMA "Bulan Kesebelas" 2014 Sebuah artikel Angkasa. Sebuah artikel Angkasa. ...

Menyambut Hari Kebangkitan Nasional: Mahasiswa ITB harusnya ngapain?[1]

Pukul 23.00 tadi malam, telepon selular saya bergetar. “Yud, sekarang lagi di kampus? Ketemuan yuk, pada pengen ngobrol-ngobrol seputar HarKitNas nih,” suara seorang laki-laki di seberang sana. “Oke”, saya menjawab singkat   Memakai sandal warna biru, meninggalkan laptop di sekretariat unit, saya berjalan dari gedung tengah Sunken Court menuju angkringan depan Gerbang Ganesha.Tak sampai 15 menit kemudian, saya sudah mendapati diri saya berada di tengah sanak saudara saya. Harkitnas : Momentum untuk Bangkit Sejak dua minggu yang lalu, saya mulai putar otak mencari pesan apa yang mau disampaikan dalam kesempatan sekali setahun ini. Baiklah, kita mulai dengan pertanyaan pertama: Sebenarnya apa sih yang kita rayakan saat HarKitNas? Sejenak saya buka komputer saya dan berselancar dalam lautan informasi. “ Kebangkitan Nasional adalah Masa dimana Bangkitnya Rasa dan Semangat Persatuan, Kesatuan, dan Nasionalisme serta kesadaran untuk memperjuangkan kemerdekaan Repu...

Resensi ++: Problem Solving 101 (bagaimana menjadi pemecah masalah)

Pagi ini saya sekedar ingin mengisi waktu kosong sebelum kuliah, bereksperimen dengan tulisan resensi (mungkin banyak yang sudah membuat resensi buku ini, namun buat saya: peduli setan lah) Dalam kehidupan berkuliah dan berorganisasi, sering saya temui masalah-masalah yang kelihatannya rumit, tidak bisa diselesaikan, dan banyak orang yang akhirnya hanya menghabiskan waktu hanya untuk khawatir dan mengeluhkan masalah tersebut. Nah, saat saya menemukan situasi seperti itu, saya teringat kepada satu buku yang sederhana tapi berguna. Buku Problem Solving 101 ini saya beli dengan harga +- 50 ribuan (kalo tidak salah, harganya 45 ribu). Awalnya saya rasa itu adalah harga yang terlalu mahal untuk buku yang setipis itu (hanya 115 lembar, ukurannya pun tidak jauh jauh dari selembar kertas A5), namun segalanya berubah setelah saya membuka halaman pertamanya. Dari beberapa lembar halaman awal, saya mengetahui bahwa Ken Watanabe menulis buku ini pada mulanya ditujukan untuk membantu kanak-kanak di...