Langsung ke konten utama

Postingan

Resensi ++: How to Create a Mind

The Brain--is wider than the Sky-- For--put them side by side-- The one the other will contain With ease--and You--beside-- The Brain is deeper than the sea-- For--hold them--Blue to Blue-- The one the other will absorb-- As Sponges--Buckets--do-- The Brain is just the weight of God-- For--Heft them--Pound for Pound-- And they will differ--if they do-- As Syllable from Sound --Emily Dickinson "Kalau lu punya kekuatan super, lu mau punya kekuatan apa?" "Baca dan mengendalikan pikiran" --sebuah percakapan di kedai kopi saat saya masih mahasiswa calon sarjana Otak dan pikiran merupakan dua dari beberapa hal yang sering membuat saya terpesona, meskipun tidak banyak buku yang sudah saya baca mengenai pikiran. Seingat saya, hanya tiga buku mengenai pikiran dan otak yang benar-benar saya baca sampai tuntas: Pertama mengenai cara berpikir kreatif dari sebuah buku lusuh di perpustakaan sekolah waktu SMA. Meski saya tidak terlalu su...

Merayakan Diri

Akhir pekan ini merupakan akhir pekan yang saya tunggu-tunggu dan nikmati. Bukan karena ada apa-apanya, tapi justru karena tidak ada apa-apanya. Bangun pagi, lembur ke kantor untuk melakukan pekerjaan yang seakan kencan rahasia--karena semenyenangkan apapun, tidak bisa saya bagikan kepada publik, bahkan harus sengaja saya rahasiakan--sampai dengan pagi menjelang siang, membuka catatan apa yang mau saya kerjakan akhir minggu ini, latihan paduan suara untuk tugas ibadah besok, pulang ke tempat saya mengganjal kepala hampir setiap malam dalam sekitar satu tahun terakhir, dan menikmati sendiri dengan mengamati hari-hari diri ini berlari. Sebagian waktu sadar saya akhir-akhir ini saya habiskan dalam pekerjaan saya. Kesempatan menikmati sendiri ini mau saya dedikasikan untuk mengomentari pekerjaan saya dan diri saya secara publik--sebelum saya dikomentari orang lain seperti acara-acara televisi atau warganet hari-hari ini. Pekerjaan saya merupakan salah satu pekerjaan yang sepi, tidak ba...

Naif

Malam awal libur panjang, kesenggangan, dan sendiri adalah bumbu yang sedap memasak kata-kata. Perut yang kosong, diisi nostalgia. Kala pemuda bodoh menyelimuti maksud dengan bahasa sarat makna dan aksara. Entah setengah mau atau benar-benar malu. Mungkin hanya mulut kaku tak pernah mengucap rindu atau muka yang ogah tersipu. Kerlip berserak ramai semesta raya. Berantak seenak, tak sadar suasana. Pemuda bodoh sempoyongan. Langkah beriring tak punya bahan bicara. Sendiri ingin bertemu, berdua tapi hanya membisu.

Misteri

Tidak semua harus dijawab. Tidak semua harus dipertanyakan. Beberapa hadir untuk sekedar dikenang. Bukan untuk didekati, disentuh, apalagi dimiliki. Lebih manis ketika hanya dipandang. Lebih indah ketika hanya dikagumi. Lebih berarti ketika hanya dipahami.

Kegagalan

“Belajar dari yang peringkat satu dan dari peringkat terakhir” -Gumilar Rahmat Hidayat, dalam sebuah pertemuan saat saya masih seorang mahasiswa tingkat satu. Saya kurang suka menyebut kegagalan adalah suatu keberhasilan yang tertunda. Bagi saya, "keberhasilan" semata bukanlah sesuatu yang harus dicapai semua orang. Cerita mengenai kegagalan seringkali adalah cerita yang lebih menarik daripada cerita keberhasilan. Menarik ketika cerita itu adalah soal perjalanan hidup seseorang yang ingin melakukan sesuatu dengan cara yang tidak seperti orang kebanyakan. Mungkin karena memang tidak suka ikut-ikutan, bagi saya, jalan untuk menjadi "sukses" bukanlah hanya apa yang diceritakan oleh "orang-orang sukses".  Pergulatan pribadi akhir-akhir ini dengan persoalan optimasi mengajarkan saya bahwa dalam kehidupan ini ada kemungkinan lebih dari satu titik optimum. Titik yang paling optimum di antara titik -titik optimum tadi biasa disebut titik optimum g...

Dua Puluh Enam

Percik air dan ketukan perahu, imajiku terpantik Walau bulan-bulan tumpulkan pahat semantik. Tuliskan doa yang bercerita. Dalam hening, berbicara Dalam hati, berkata-kata. Segar dalam ingatan Waktu akal tak habis bahan: setuju atau saling melawan rayakan sesuatu atau sekedar sarapan melimpah alasan tuk saling mengesan. Enam bulan berlalu. Jarak lerai jemari yang hendak bertemu. Paruh warsa beradu dan separuh lagi merindu. Berpijak tanah berbeda, pandang langit yang satu. Sayap karsa dan karya sedang dikepakkan Mengangkasa, menuju angan yang sering berawan: kebosanan atau tekanan ketamakan atau ketidakbebasan. Dalam gelap, tetap berjalan. Buktikan Yang Mengundang Duluan, hadir memberi harapan tak sirna di hari tak nyaman. Langit senja, nila, merah, jingga. Entah esok kan kemana, kita berencana, berusaha, dan bersama Selamat dua puluh enam. Terkabul yang diidam! Di hatimu, semoga Ia bersemayam. Pulau Derawan saa...

Mersudi Patitising Tindak Pusakane Titising Hening

Maaf tak saya olah lagi lebih jauh. Dalam keheningan, semoga pesannya bisa ditemukan sendiri dalam kesejatiannya: " Memang memanfaatkan internet dibutuhkan keheningan. Keheningan adalah suatu elemen yang tak terpisahkan di dalam komunikasi. Tanpa keheningan, kata-kata yang kaya akan pesan tak dapat lahir. Dalam diam dan keheningan, kita dapat mendengarkan dengan lebih baik dan lebih mampu memahami diri sendiri; gagasan-gagasan dapat lahir dan mencapai kedalaman makna; kita menjadi mampu untuk mengerti dengan lebih baik apa yang sesungguhnya ingin kita sampaikan, apa yang kita harapkan dari orang lain, dan memilih bagaimana kita mengekspresikan diri kita. Dengan diam, kita memberi kesempatan kepada orang lain untuk berbicara, untuk mengekspresikan dirinya; dan kita mencegah diri kita terpaku pada kata-kata dan gagasan-gagasan kita sendiri tanpa semua itu diberi kesempatan untuk diuji secara layak. Dengan bersikap diam dan mendengarkan, terciptalah ruang untuk mendengarkan sa...