Langsung ke konten utama

Kritis = Tak Ragu (untuk jadi) Ragu Ragu (?)

Maaf bicaraku abstrak. Seperti kata Soekarno di muka sidang umum PBB:

"Saya telah memanjatkan doa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar lidah saya dapat menemukan kata-kata yang tepat untuk menyatakan perasaan hati saya, dan saya juga telah berdoa agar kata-kata ini akan bergema dalam hati sanubari mereka yang mendengarnya."

Saya mungkin tahu, bagaimana menyusun kata dengan runut dan memanipulasi orang yang mendengarkannya untuk menuruti keinginan saya. Tapi kemarin sepertinya lidah saya telah menemukan kata-kata yang tepat untuk menyatakan perasaan hati saya saat itu: abstrak, ragu. 

Dan seperti itulah biasanya seorang anak yang masih kecil mencari jawaban atas keingintahuan sekaligus keraguannya tersebut. Saya cuma bisa berharap menemukan jawabannya di masa pantang dan puasa ini.

Kalau mereka bilang: Ragu-ragu kembali sekarang juga!
Saya justru tak mau kembali dan terus mencari jawaban atas keraguan saya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Resensi ++: Problem Solving 101 (bagaimana menjadi pemecah masalah)

Pagi ini saya sekedar ingin mengisi waktu kosong sebelum kuliah, bereksperimen dengan tulisan resensi (mungkin banyak yang sudah membuat resensi buku ini, namun buat saya: peduli setan lah) Dalam kehidupan berkuliah dan berorganisasi, sering saya temui masalah-masalah yang kelihatannya rumit, tidak bisa diselesaikan, dan banyak orang yang akhirnya hanya menghabiskan waktu hanya untuk khawatir dan mengeluhkan masalah tersebut. Nah, saat saya menemukan situasi seperti itu, saya teringat kepada satu buku yang sederhana tapi berguna. Buku Problem Solving 101 ini saya beli dengan harga +- 50 ribuan (kalo tidak salah, harganya 45 ribu). Awalnya saya rasa itu adalah harga yang terlalu mahal untuk buku yang setipis itu (hanya 115 lembar, ukurannya pun tidak jauh jauh dari selembar kertas A5), namun segalanya berubah setelah saya membuka halaman pertamanya. Dari beberapa lembar halaman awal, saya mengetahui bahwa Ken Watanabe menulis buku ini pada mulanya ditujukan untuk membantu kanak-kanak di...

Passion

Semakin bertambah kerut-kerut pada wajah, saya makin meyakini sebuah pepatah populer : "passion adalah kunci dari kesuksesan." Setidaknya ada 2 terjemahan kata passion . Yang pertama dan populer, merujuk pada kegairahan . Yang kedua, merujuk pada sebuah kisah sengsara .

Lugas

Menurut Anda itulah Kebenaran? Simpan basa-basi. Tak boleh kita terlena dalam onani kata berbunga-bunga Tiga hal penting selanjutnya: 1. Perjuangan 2. Perjuangan 3. Perjuangan "Adapun hamba yang tahu akan kehendak tuannya, tetapi yang tidak mengadakan persiapan atau tidak melakukan apa yang dikehendaki tuannya, ia akan menerima banyak pukulan. Tetapi barangsiapa tidak tahu akan kehendak tuannya dan melakukan apa yang harus mendatangkan pukulan, ia akan menerima sedikit pukulan. Setiap orang yang kepadanya banyak diberi, dari padanya akan banyak dituntut, dan kepada siapa yang banyak dipercayakan, dari padanya akan lebih banyak lagi dituntut." -Lukas 12: 47-48