Langsung ke konten utama

Pesan Rahasia untuk Semua Orang

Temanku, siapakah sahabatmu

yang paling dapat membaca seluruh pikiranmu dan segala hasrat terpendammu
yang paling mengenalmu lebih dari siapapun di dunia ini
yang selalu tahu kapan kamu membohongi dirinya
yang paling mampu membuat dirimu sedih ataupun bahagia
yang pernah bersetubuh denganmu meski kamu belum menikahinya
yang sudah dan akan bersamamu di setiap nanosekon hidupmu (pun kalau nanosekon itu dibagi sejuta kali lagi)
yang bisa kamu harapkan setinggi apapun kamu berharap?

Sesuatu yang ada di atas langit

atau dirimu sendiri?

Suatu saat kamu bisa membohongi orang paling suci atau paling pintar di dunia ini, tapi kamu tahu kamu tak pernah bisa membohongi dirinya.

Jika kamu mengenalnya, kamu tahu
apa yang ingin kamu lakukan
dan apa yang seharusnya kamu lakukan

Kamu tidak akan pernah kesepian dalam kesendirian ataupun keramaian.

Ketika kamu sadar bahwa ia berteman dengan semua orang yang kamu kenal,
dunia bukan lagi soal 7 miliar perut dan 7 miliar kepala yang harus diisi, melainkan 7 miliar keajaiban yang akan terjadi.
Mendidik adalah soal menyalakan api yang akan membakar kemana-mana, bukan mengisi gelas kosong dengan lautan air.

Mengenali dunia adalah soal mengenali sahabatmu itu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Resensi ++: Problem Solving 101 (bagaimana menjadi pemecah masalah)

Pagi ini saya sekedar ingin mengisi waktu kosong sebelum kuliah, bereksperimen dengan tulisan resensi (mungkin banyak yang sudah membuat resensi buku ini, namun buat saya: peduli setan lah) Dalam kehidupan berkuliah dan berorganisasi, sering saya temui masalah-masalah yang kelihatannya rumit, tidak bisa diselesaikan, dan banyak orang yang akhirnya hanya menghabiskan waktu hanya untuk khawatir dan mengeluhkan masalah tersebut. Nah, saat saya menemukan situasi seperti itu, saya teringat kepada satu buku yang sederhana tapi berguna. Buku Problem Solving 101 ini saya beli dengan harga +- 50 ribuan (kalo tidak salah, harganya 45 ribu). Awalnya saya rasa itu adalah harga yang terlalu mahal untuk buku yang setipis itu (hanya 115 lembar, ukurannya pun tidak jauh jauh dari selembar kertas A5), namun segalanya berubah setelah saya membuka halaman pertamanya. Dari beberapa lembar halaman awal, saya mengetahui bahwa Ken Watanabe menulis buku ini pada mulanya ditujukan untuk membantu kanak-kanak di...

HARI MINGGU MISI SEDUNIA KE-85

lembar teks perayaan ekaristi minggu kemarin itu terletak di depan saya. "Sebagaimana Bapa Mengutus Aku, Demikian Juga Aku Mengutus Kamu" Yah, ini bukan masalah religius atau tidak. Tapi kalimat ini seperti menyentil saya. saya mengasumsikan diri saya diutus untuk memimpin ketika saya melihat sebuah perubahan harus dilakukan. mungkin itu yang namanya panggilan. dari pengalaman 19 tahun hidup saya, panggilan bisa hadir lewat apa saja: emosi yang tidak stabil karena kurang tidur, jatuh cinta (atau sekedar jatuh suka), sebuah buku bacaan yang menggugah, kalimat yang sekedar terlintas pada momen yang tepat, maupun sekedar "ting!" yang terlintas dalam perjalanan pulang berjalan kaki dari sekolah. intinya, Yud, kalo kamu melihat ada sesuatu yang tidak beres di depanmu dan sepertinya tidak ada seorangpun yang benar-benar menanggapinya, mungkin kamu diutus!

Lugas

Menurut Anda itulah Kebenaran? Simpan basa-basi. Tak boleh kita terlena dalam onani kata berbunga-bunga Tiga hal penting selanjutnya: 1. Perjuangan 2. Perjuangan 3. Perjuangan "Adapun hamba yang tahu akan kehendak tuannya, tetapi yang tidak mengadakan persiapan atau tidak melakukan apa yang dikehendaki tuannya, ia akan menerima banyak pukulan. Tetapi barangsiapa tidak tahu akan kehendak tuannya dan melakukan apa yang harus mendatangkan pukulan, ia akan menerima sedikit pukulan. Setiap orang yang kepadanya banyak diberi, dari padanya akan banyak dituntut, dan kepada siapa yang banyak dipercayakan, dari padanya akan lebih banyak lagi dituntut." -Lukas 12: 47-48