Langsung ke konten utama

Postingan

Pesan Rahasia untuk Semua Orang

Temanku, siapakah sahabatmu yang paling dapat membaca seluruh pikiranmu dan segala hasrat terpendammu yang paling mengenalmu lebih dari siapapun di dunia ini yang selalu tahu kapan kamu membohongi dirinya yang paling mampu membuat dirimu sedih ataupun bahagia yang pernah bersetubuh denganmu meski kamu belum menikahinya yang sudah dan akan bersamamu di setiap nanosekon hidupmu (pun kalau nanosekon itu dibagi sejuta kali lagi) yang bisa kamu harapkan setinggi apapun kamu berharap? Sesuatu yang ada di atas langit atau dirimu sendiri? Suatu saat kamu bisa membohongi orang paling suci atau paling pintar di dunia ini, tapi kamu tahu kamu tak pernah bisa membohongi dirinya. Jika kamu mengenalnya, kamu tahu apa yang ingin kamu lakukan dan apa yang seharusnya kamu lakukan Kamu tidak akan pernah kesepian dalam kesendirian ataupun keramaian. Ketika kamu sadar bahwa ia berteman dengan semua orang yang kamu kenal, dunia bukan lagi soal 7 miliar perut dan 7 miliar ...

Manusia, Dialektika, Logika

Kawanku yang baik, Kami memang bisa berlogika dan berdialektika. Kami menimbang benar dan salah, menimbang baik dan buruk, menimbang lebih hebat ataupun lebih buruk. Tapi kami lebih dari itu... Kami punya kehendak bebas. Kami menaklukkan diri. Kami punya mimpi yang tak bisa ditiru hanya dengan logika 1 + 1 = 2 ataupun logika nol dan satu. Kami kenal cinta yang tak rasional, yang tak menimbang-nimbang. Kami bisa mencintai tanpa perlu dicintai kembali. Kami juga punya keinginan, bukan cuma kebutuhan. Kami hidup lebih dari sekedar untuk makan, minum, berkembang biak, dan mati. Kami bekerja, berkarya, dan bercita-cita. Kami mengolah diri dan dunia. Kami mengubah dunia. Kami menentukan jalan hidup sendiri. Kami manusia. Kami hidup tidak hanya untuk menerima kenyataan, kami menjadikan kenyataan.

Jangan Mau Jadi Tua Sebelum Sempat Menjadi Muda

Menjadi dewasa bukan berarti harus berhenti bertanya, kehilangan kemauan belajar dari hal yang mendasar. Orang dewasa tahu apa yang tidak ia ketahui. Menjadi dewasa bukan berarti harus berhenti untuk mencoba lagi karena sudah pernah gagal berkali-kali Setiap kegagalan adalah keberhasilan menemukan cara tepat untuk menggagalkan sesuatu Menjadi dewasa bukan berarti harus kehilangan keberanian untuk salah bicara saat bicara soal kebenaran. Ujilah kebenaran itu, karena dirimu tidak selalu benar karena kebenaran tidak memihak. Menjadi dewasa bukan berarti harus semakin banyak diam dan hanya mengamati. menganggap diri terlalu tua untuk ini dan itu Ujilah dirimu, buktikanlah apa benar kau terlalu tua untuk ini dan itu Menjadi dewasa bukan berarti harus terus-terusan menyesali diri karena telah menempuh jalur yang dianggap salah. Semua masa lalumu adalah kesuksesan belajar untuk menjadi sukses dan gagal Menjadi dewasa bukan kehilangan kesempatan be...

Venus dan Luna

Mereka bicara tanpa kata. Saling menanti prosa yang tak kunjung selesai diucapkan bahkan sedari kata pertama. Saling menunggu bahasa yang satu dan yang lain. Pembicaraan mereka diam dalam gelap. Satu bulat perak, yang lain terang semarak. Keduanya berbeda di tengah ribuan bintang yang bilang cahayanya paling berkilau. Tenar walau tak pancarkan sinar. Hanya menerima, dan memberinya kembali. Mereka diingat walau bukan bintang yang cahayanya pekat. Mereka cuma dua buah bola--tak jauh bentuk dengan gundu.  Hanya beberapa angka nol yang membedakan ukuran mereka dengan mata kucing. Keduanya mungkin saling tahu, walau tak pernah beradu. Keduanya mungkin saling rindu, walau tak pernah tahu kata bertemu. Yang satu mengorbit sendiri, yang lain berputar beda sendiri, Yang satu menggilai Bumi, yang lain mengagumi Matahari. Yang satu tak suka dikuntit ogah dikawal satelit, yang lain juga.

Mata Besar

Kalau dipikir-pikir kembali Dia bukan yang paling terang. Bukan juga paling besar. Dia cuma satu diantara ribuan kalau bukan jutaan yang sama dengan dirinya. Tapi kenapa hadirnya dipuja jutaan makhluk Bumi? Kenapa ribuan cerita tentangnya mengantar lelap tidur anak manusia di pelukan ibunya? Walau sering dikutuki kalau kepanasan,  dicaci maki saat kering kerongkongan Cerahnya dinanti dikala gelap harus usai  atau di saat musim dingin harus berganti. Dia selalu ada biar hari jadi gelap. Kalau ada rasa dia menghilang, dia tak kemana, hanya Bumi yang berpaling darinya Baginya tak perlu jadi yang paling terang. Tak perlu jadi yang paling besar. Cukup selalu ada dan dekat dengan Bumi. Nak, kalau kau mau, jadilah Matahari. Jadi berarti walau tak selalu dinanti. Hanya memberi, tak harap kembali.

Estafet Negeri Dongeng

Seorang pemuda duduk di depan lapangan hijau. Tatapannya kosong, tanpa ekspresi, seperti yang biasanya ia lakukan saat sendirian. Pikirannya mengabstraksi manusia-manusia yang berjalan lalu lalang dihadapannya dan manusia-manusia yang pernah ditemuinya. Ia mencoba mencari hal yang sama diantara dirinya dan mereka: intisari dari ide-ide manusia, tentang kebenaran, kebaikan, keadilan, kemerdekaan, Tuhan, dan apapun yang selintas lalu dalam pikirannya. Ia yakin dirinya tidak tahu apa-apa tentang dunia tempat cerita ini dibuat. Ia mungkin sadar kalau dirinya hanyalah seorang tokoh dalam sebuah cerita pendek. Seorang pemudi duduk di depan lapangan hijau. Ia duduk di sebelah seorang pemuda. Sambil sedikit berbasa-basi, pemuda itu memberikannya sebuah surat yang isinya tak kalah basa-basi. Pemudi itu membaca surat ini. . . . . . . . . . . . . . . Selesai membaca surat  yang tidak selesai itu, pemudi tadi sadar kalau pemuda di sebelahnya sudah pergi. ...

Apakah kamu benar-benar tahu semua yang kamu pikir tahu?

Ah, dia pasti marah kalau saya lakukan ini Ah, dia memang bawaannya selalu terlambat. Jangan pernah sekalipun percaya orang itu! Korupsi kan udah budaya dari sananya , mau gimana lagi? Namanya juga cewek, pasti ga terima klo dibegituin. Orang Indonesia, mah, ga mungkin bisa kayak gitu. Kita pasti bisa! Saya rasa saya tidak akan pernah bisa melakukan itu... Hanya Tuhan yang tahu jawabannya.